Belajar Dari Orang Jepang

Blog Iman Prabawa – Hari ini saya muterin seharian muterin Jogja, kita berkunjung ke Universitas Gajah Mada, kemudian lanjut ke Universitas Sunan Kalijaga. Saya kali ini bersama dengan orang Jepang, dimana mereka ini berniat untuk membuat Global Management College atau disingkat GMC dimana GMC ini tujuannya adalah mencari mahasiswa Indonesia yang memenuhi kriteria mereka dan kemudian mereka akan latih di Jepang dan nantinya mereka akan salurkan menjadi CEO atau top level management di banyak perusahaan Jepang.

Mereka ini memang sudah banyak bekerjasama dengan perusahaan Jepang. Dan kita juga sudah banyak datang ke banyak universitas di Indonesia. Yang di bawah ini waktu saya datang juga ke kampus saya dulu Universitas Indonesia Fakultas Ekonomi dimana disini kita berusaha membuat kerjasama dengan Fakultas Ekonomi UI mengenai hal ini.

chikaoka-di-feuiKemudian setelah beberapa saat kita mengadakan audisi untuk mahasiswa, akhirnya ada tiga yang terpilih, dan ini foto saya bersama dua mahasiswa yang mereka akhirnya mendapatkan beasiswa full ke Jepang. Ini kita foto di pabrik di Numatsu Jepang, yang bernama Ohmura Sogyo.

mahasiswa-gmc

Kita disini juga melihat pabrik Ohmura Sogya yang merupakan pabrik spare part untuk mobil Nissan, dan juga pabrik ini memproduksi pengepakan untuk banyak hal. Disini saya melihat lagi mengepak untuk spare part mobil, dan juga mereka mengepak untuk sebuah mesin.

di-ohmura-sogyo

Dan kemudian kita juga waktu di Jepang melihat-lihat pabrik dan juga konstruksi bangunan yang ada di Jepang, seperti apa mereka membangun rumah, berapa lama waktu yang mereka butuhkan dalam membangun sebuah rumah.

Ternyata mereka membangun rumah ngga sampai sebulan, dan yang mengerjakan rumah tersebut hanya satu orang. Tentunya didukung dengan peralatan yang canggih ya, sehingga kerja mereka pun menjadi sangat cepat sekali.

konstruksi-jepangDan terakhir ini waktu saya berkunjung ke kuil Asakusa yang berada di Tokyo. Ternyata kuil Asakusa ini sangat terkenal ya? Sampai ada di filmnya Rurouni Kenshin yang judulnya Kyoto Inferno. Wah saat saya kesana malah saya ngga sadar dan ngga tahu sama sekali kalau kuil Asakusa termasuk salah satu yang sangat terkenal.

Ini foto saya bersama Kondo Noriaki di depan pintu masuk menuju ke kuil Asakusanya.

kondoSaya berada di Jepang selama 5 hari meninjau mahasiswa GMC tersebut disana. Dan saya sangat belajar banyak sekali darisitu. Sekian sharing dari saya mengenai belajar dari orang Jepang, sampai ketemu lagi dan salam wangi..

Parfum Federico Mahora

 

 

Macam Tipe Pengemudi Di Jalan Tol

Kamu pasti tau lah ya jalan tol itu apa. Jalan khusus gitu lurus doang (kadang-kadang agak belok dikit gitu), masuknya musti bayar, dan gunanya menghubungkan daerah-daerah yang kalo pake jalan biasa jauh, jadi deketan (atau cepetan) lah dikit. Selain itu, jalan tol juga disebut sebagai jalan bebas hambatan. Logikanya, kalo semua orang mengikuti peraturan lalu lintas yang berlaku (dan mobilnya gak kebanyakan) jalan tol ini bisa beneran bebas hambatan. Sayangnya, para pengemudi mobil kalo melaju di jalan tol suka banyak tingkah, yang akhirnya bikin jalan tol menjadi terhambat.

Nah ini nih tipe-tipe pengemudi yang sedikit banyak membuat kamu merasa rugi bayar mahal-mahal buat masuk jalan tol.

Si Gak Tau Diri

Jalan tol itu biasanya ada 3-4 lajur kan. Lajur paling kiri buat kendaraan lambat, tengah buat yang kencengan dikit, terus 3 sama 4 buat mendahului. Dan bahu jalan buat keadaan darurat. Di setiap jalan tol ada petunjuknya gede-gede buat dibaca sama semua penggunanya. Tapi sayangnya, beberapa pengguna kayaknya entah siwer ato gak bisa baca.

Para orang gak tau diri ini adalah orang-orang yang gak bisa baca itu. Mereka biasanya berkendara di lajur buat mendahului, tapi pelan. Terus nyantai gitu jalannya, berasa yang punya jalan. Truk ama bus antar kota biasanya termasuk disini nih, udah gede, pelan lagi. Mau nyusul dari kiri juga susah.

Pembalap

Sesuai dengan namanya, mereka menganggap kalo jalan tol itu adalah sirkuit, dan perjalanan mereka itu adalah balapan. Mereka adalah pengemudi yang memacu mobilnya sangat cepat, jauh diatas batas aman kecepatan yang dianjurkan oleh penyedia jalan tol. Lajur 1-4 gak ada bedanya untuk mereka, bahu jalan pun disikat kalo ada ruang untuk menyusul mobil di depannya.

Biasanya para pembalap ini emang jago skill nyetirnya dan mereka tau kapan dan berapa banyak jarak yang dibutuhkan buat nyusul dengan bersih dan aman. Tapi ya tetep aja, jalan tol kan yang make banyak orang yang masing-masing punya nyawa. Kalo meleng dikit, bisa aja kan kecelakaan. Belom lagi kalo yang disalip kagetan, terus ngerem mendadak, terus tabrakan deh.

Dibalap

Kalo ini adalah orang-orang yang dibalap oleh para pembalap. Dan pengguna jalan tol lainnya. Dan becak. Dan nenek pake kursi roda. Dan semua orang di dunia. Mereka ini sodaraan sama Si Gak Tau Diri, soalnya mereka nyetirnya pelan banget, dimanapun lajur yang dipakai. Orang harusnya naik jalan tol itu kan ngebut lah ya, nah ini jalannya malah lebih pelan daripada di jalan biasa.

Teori MBDC, mereka ini orang-orang yang gak mau rugi. Masuk tol kan mahal ya, jadi mereka gak mau duitnya terbuang dengan cepat, jadi dipuas-puasin deh nyetir di jalan tolnya pelan-pelan. Atau mereka orang yang lagi galau, nyetirnya gak konsen. Atau lagi mesum, makanya gak konsen juga.

Abege Labil

MBDC ngerti, tinggal di kota metropolitan yang penuh dengan kemacetan dan persaingan yang mengikuti hukum alam survival of the fittest bisa bikin orang jadi stress dan gak sabaran. Tapi stress dan gak sabaran itu jangan lah dilampiasin ke sesama pengguna jalan tol. Semua kan sama-sama bayar, jadi gak usah nyolot gitu.

Kalo emang pengen kenceng, ya ngebut ajalah, jangan setengah-setengah gitu ngebutnya gak pake skill. Terus kalo emang gak bisa nyusul pake skill nyetir tingkat tinggi, gak usah nglakson-nglakson dan ngedim-ngedim gitu. Mending selow aja bro. Tarik napas… Hembuskan pelan-pelaaan… Kayak abege aja deh sradak sruduk gitu nyetirnya.

Terus nyetirnya jangan labil gitu lah. Kalo emang tolnya padet, semua orang pasti kehambat. Gak usah pindah kiri kanan kiri kanan mulu tiap ada lajur sebelah yang lebih lancar dikit. Itu paling cuma lancar 5 meter abis itu kehambat lagi. Jadilah orang yang teguh pada pendirian. Salam super!!

Si Ekstrim

Pertama ngeliat, kayaknya normal-normal aja ini orang. Jalannya cepet di lajur kanan, dan gak nyolot atau macem-macem. Kamu ngikutin aja di belakangnya, jaga jarak aman seperti pengemudi budiman yang taat pada aturan. Terus kamu ngelewatin papan petunjuk jalan. Pintu keluar tujuan kamu tinggal 5 Km lagi. Abis itu pelan-pelan lah kamu pindah ke lajur tengah, dan lajur paling kiri supaya gak kelewatan. Sementara mobil depan kamu masih melaju kencang.

Terus 10 meter lagi kamu sampe gerbang keluar nih. Tau-tau si mobil tadi motong dengan segenap nyali dan ke-seenak dengkul-an dari lajur paling kanan ke depan mobil kamu. Kamu pun kaget, dan memelankan sedikit laju mobil kamu. Baru mau sumpah serapah, dia udah melaju lagi kencang di depan, meninggalkan kamu debu-debu dari kendaraannya. Like a boss banget deh pokoknya.

Inilah beberapa tipe pengemudi yang MBDC temuin kalo lagi di jalan tol. Ada yang belom disebutin? Tambahin ya di comment.

 

Sumber: hxxp://malesbanget.com/2013/06/tipe-tipe-pengemudi-di-jalan-tol/

Keunggulan Komik One Piece

Keunggulan Komik One Piece – Di negara asalnya Jepang, tingginya popularitas OP terlihat dari sejumlah rekor yang dipecahkannya. Salah satunya adalah Volume 67 OP yang untuk ke-sekian kalinya memecahkan rekor atas namanya sendiri sebagai buku dengan cetakan pertama terbanyak sepanjang masa, yaitu sebanyak 4,05 juta kopi. Jumlah tersebut 1 juta lebih tinggi dari seri ke-5 novel legendaris Harry Potter and The Order of Phoenix yang cetakan pertamanya ‘hanya’ 2,9 juta kopi.

Dari segi penjualan, OP menduduki peringkat 2 sebagai manga besutan Shonen Jump paling laris sepanjang masa, yaitu terjual sebanyak 270 juta kopi. Di luar Jepang pun One Piece tidak kalah populer. Di beberapa negara terutama asia, One Piece masuk ke dalam jajaran best-selling manga , bersaing dengan judul-judul populer lainnya seperti Naruto dan Bleach.

Lalu apa sih yang bikin One Piece segitu populernya?

Dunia Fantasi Tak Berujung

Salah satu keunikan One Piece adalah alam semestanya yang berdiri sendiri.

Dari sini Eiichiro Oda (pengarang) bisa mengembangkan imajinasinya sesuka hati untuk membentuk sebuah dunia yang penuh fantasi. Mulai dari buah iblis, Grand Line, Sea King, Skypiea, pulau bawah air, laut tak berangin, haki, ras unik seperti raksasa, fishmen, & kurcaci, Knock Up Stream, hingga pelangi bundar, semuanya ada. Pembaca begitu dimanjakan oleh kemungkinan2 di dunia OP yang tanpa batas

Buah Iblis, salah satu konsep original yang dimasukkan Oda ke dalam dunia One Piece.

Buah Iblis, salah satu konsep original yang dimasukkan Oda ke dalam dunia One Piece.

Selain terinspirasi dari legenda/mitos/cerita fiksi lain, Oda juga menggunakan landmark, literatur, fakta sejarah, dan berbagai informasi dari dunia nyata sebagai referensi. Salah satunya adalah kota air Water Seven yang terinspirasi dari kota air Venice di Italia.

Salah satu landmark terindah di Grand Line : Water Capital, Water Seven.

Salah satu landmark terindah di Grand Line : Water Capital, Water Seven.

Yang paling hebat lagi, meskipun dunianya sangat luas Oda gak pernah sekalipun lost track atas semua yg udah dia ciptakan. Di sini semua hal saling terhubung satu sama lain, baik itu tokoh, pulau, negara, musim, maupun situasi politiknya. Dunia OP serasa bener2 berputar dan terus berubah seiring waktu, bahkan kita bisa ngerasain ada perubahan zaman seperti layaknya di dunia nyata

Serius Tapi Santai

Banyak cerita seringkali terlalu terjebak dalam suasana ‘tegang’ saat memasuki keadaan serius. Tidak demikian halnya dengan OP.

Tidak peduli situasi lagi seserius apa pun, Oda selalu bisa menyelipkan sisi humor yg minimal bisa bikin pembaca senyum. elemen humor yang merata ini membuat cerita OP relatif ringan untuk diikuti dalam segala situasi.

ngupil

Artwork

One Piece punya artwork yang agak berbeda daripada pakem manga pada umumnya. Ini dikarenakan Oda menggabungkan style asli manga dengan Disney.

Namun menurut TS kelebihan artwork OP bukan di situ, melainkan tingkat kedetailan tinggi yang dihadirkan OP di setiap panelnya. Kualitas ini membuat semua imajinasi ‘liar’ yang dimasukkan pengarang ke dalam cerita terasa lebih hidup.

Benteng markas besar marine, Marineford, digambar dengan sedemikian rapi dan detil.

Benteng markas besar marine, Marineford, digambar dengan sedemikian rapi dan detil.

Penokohan

One Piece memiliki penokohan yang kuat, terutama pada protagonis utama, yaitu The Straw Hat Pirates (SHP).

SHP digambarkan sebagai orang-orang yang ceria, setia kawan, dan pantang menyerah. Kalau kata donnie ada band, “Walau badai menghadang, ingatlah ku kan selalu setia menjagamu…”. Ini bener banget buat SHP.

Walau badai menghadang (dalam arti sebenarnya!), walaupun dirundung masa lalu yang kelam, Luffy dkk terus maju untuk melindungi satu sama lain, nggak peduli seberat apa pun konsekuensinya. Ciri khas SHP yg penuh nilai positif ini jadi salah satu elemen terkuat dari cerita OP.

Dihadapkan pada Pemerintah Dunia tidak sedikit pun menyurutkan tekad Luffy untuk menyelamatkan sahabatnya.

Dihadapkan pada Pemerintah Dunia tidak sedikit pun menyurutkan tekad Luffy untuk menyelamatkan sahabatnya.

Namun cerita OP tidak melulu fokus pada SHP saja, tokoh2 lain bahkan figuran sekalipun bisa mendapat peran yang sama pentingnya dengan tokoh utama. Contohnya Mr.2 Bon Kurei yg awalnya hanya berperan sebagai villain sampingan, ternyata bakal jadi penyelamat Luffy kelak.

Narasi

Kelebihan OP yang lain adalah jalan ceritanya yg rapi dan terencana dengan baik. Sepertinya Oda telah memikirkan dengan matang gimana ceritanya bakal bermula dan berakhir sehingga ceritanya jarang menemui plothole.

Alur cerita yg begitu penuh misteri dan sulit diprediksi juga menambah greget tersendiri.

Siapa sangka Shirahoshi adalah Senjata Kuno Poseidon??

Siapa sangka Shirahoshi adalah Senjata Kuno Poseidon??

Drama

Kalau denger kata “drama”, mungkin sebagian orang berpikir ini genre yg lebih cocok buat cewek (karena cewek lebih main perasaan ketimbang logika). Buang jauh-jauh pikiran itu deh.

OP adalah tempatnya cowok-cowok tulen mewek berjamaah. Asli nggak lebay ini, soalnya saya pernah lihat langsung salah satu ‘korban’ nya. 3 kali dia nangis gara-gara manga ini, padahal selain itu dia nggak pernah nangis sama sekali. (true story!)

DIbanding 7 kelebihan lainnya, saya berani bilang kalau ini kelebihan One Piece yang paling menonjol.

Kata-kata terakhir Ace untuk adik tersayangnya

Kata-kata terakhir Ace untuk adik tersayangnya

Pesan Moral

Banyak pesan moral disampaikan melalui cerita One Piece, terutama tentang pentingnya menjaga kesetiakawanan dan semangat pantang menyerah dalam mengejar impian.

Semangat pantang menyerah tersebut tercermin dari kata-kata mutiara Gol D. Roger :

kata-mutiara3 unsur yang tersurat dalam kutipan di atas : Inherited Will(hasrat yang diwariskan), A Man’s Dream(impian manusia), dan The Flow of Time(Aliran Waktu) adalah konsep dasar yang selalu menyertai cerita One Piece dari awal hingga sekarang . 3 unsur tersebut menekankan untuk tidak pernah menyerah mengejar mimpi.  – Keunggulan Komik One Piece

 

Sumber : Forum Kaskus (hxxp://www.kaskus.co.id/thread/51e784f53c118e5e09000005)

Sumber Daya Manusia Dan Krisis

Saat khilafah Islamiyah pada masa Umar bin Khattab diterpa krisis, Umur mengumpulkan sahabat-sahabatnya di rumahnya, seraya berkata, “Apa yang Anda harapkan untuk menyelesaikan krisis ini?”

Salah seorang mereka berkata, “Aku mengharapkan seandainya kampung ini (Madinah) dipenuhi dengan emas, lalu aku infakkan semua di jalan Allah.” Umar mengulangi ucapannya, “Silakan yang lain!’’

Sahabat lain berkata, “Aku mengharapkan seandainya kampung ini penuh dengan permata dan intan yang bisa aku sedekahkan semuanya di jalan Allah.” Umar mengulangi sekali lagi permohonananya, tapi para sahabat serentak menjawab, “Wahai Amirul Mukiminin, kami belum menangkap apa yang kauinginkan?’’

Beliau menjawab, “Kalau menyelesaikan sebuah krisis, aku mengharapkan sumber daya manusia (SDM) unggulan, seperti Abu Ubaidah bin Jarrah, Mu’adz bin Jabal, dan Salim budak Abu Hudzaifah, yang semuanya bisa membantuku berjuang lii’laai kalimatillah.’’

Memang Umar hebat. Beliau mengetahui betul apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan krisis dan membangun peradaban agung. Beliau amat tidak mengharapkan emas atau intan permata untuk membantu orang miskin, tapi mengharapkan orang-orang istimewa yang berotak besar yang mampu mendukung kebenaran dan menggapai kemenangan.

Setiap umat dan perjuangan yang besar membutuhkan “otak-otak besar” yang menggerakkan, membangkitkan, dan mengarahkan perjalanannya di samping dukungan kekayaan dan sumber daya alam.

Namun, SDM unggulan lebih berharga dari sumber daya alam yang amat mahal sekalipun. Barangkali di sinilah rahasianya mengapa Rasulullah pernah bersabda, “Manusia-manusia itu bagai seratus unta di mana Anda hampir-hampir tidak menjumpai satu pun yang menjadi rohilah (unta yang mampu membawa beban berat).’’

Sumber : Harian Republika, Sabtu, 29 Juni 2013

Cara Membuat Ketupat

cara-membuat-ketupatKali ini saya akan sedikit sharing mengenai cara membuat ketupat, kebetulan saya juga sudah membuat videonya mengenai bagaimana kita membuat ketupat ini agar teman-teman bisa mendapat gambarannya seperti apa. Ketupat yang saya ajarkan disini adalah bentuk ketupat yang jajaran genjang atau kita mengenalnya dengan nama belah ketupat. Jadi bukan jenis ketupat yang segi enam yang seperti berlian itu.

Cara pertama sebelum kita membuat ketupat yang harus kita lakukan adalah membeli janurnya. Ya iyalah! Masa membuat ketupatnya pake kertas? Hehehe.. Nah biasanya kalau kita membeli janur di pasar, biasanya sih menjelang lebaran banyak sekali yang jualan janur ini. Buat teman-teman yang bingung janur itu apa, janur itu adalah daun kelapa yang masih muda yang warnanya masih kuning dan belum hijau.

Nah kemudian barulah kita potong menjadi satu per satu. Nanti satu daun itu bisa ada dua buah, dan dari situ nanti kita akan mulai membuat ketupatnya dari janur yang sudah kita potong-pontong tadi. Untuk membuatnya menjadi dua, nanti teman-teman bisa menggunakan pisau atau bisa menggunakan tangan sendiri untuk membuatnya menjadi dua.

Nah setelah itu barulah kita mulai lilitkan pada tangan kita. Dengan satu ujung yang mengarah ke atas, nanti kita ukur terlebih dahulu, biasanya kalau sudah sering membuat ketupat nanti teman-teman akan terbiasa dan sudah pake perasaan aja dalam mengukurnya. Ternyata membuat ketupat itu juga harus melibatkan perasaan juga ya? Iya dong apalagi nanti ketika memasaknya, biasanya yang menggunakan perasaan pastinya rasanya juga lebih enak ketimbang yang tidak menggunakan perasaan! Hehehe..

Setelah itu langkah pertama kita lilitkan ke dalam ke luar dan ke dalam, kemudian untuk lilitan kedua yang kita lakukan adalah dari luar ke dalam dan ke luar, dan terakhir dari dalam ke luar dan ke dalam. Baru setelah ini nanti kita pegang dengan menggunakan jari manis kita, intinya, yang itu jangan dilepas karena kalau dilepas akan repot lagi, dan dari yang sekarang sudah terlihat bentuk kerangka dari ketupat yang kita akan buat.

Nah selanjutnya sih kalau menurut saya teman-teman bisa menonton video di bawah ini karena lebih detail dan lebih jelas, langsung praktek, jadi teman-teman tidak bingung di dalam menerjemahkan kata-kata dari saya di atas. Kalau begitu langsung kita simak aja ya videonya di bawah ini..

Terjemahan bebas Uga Wangsit Siliwangi.

Prabu Siliwangi berpesan pada warga Pajajaran yang ikut mundur pada waktu beliau sebelum menghilang :
“Perjalanan kita hanya sampai disini hari ini, walaupun kalian semua setia padaku! Tapi aku tidak boleh membawa kalian dalam masalah ini, membuat kalian susah, ikut merasakan miskin dan lapar. Kalian boleh memilih untuk hidup kedepan nanti, agar besok lusa, kalian hidup senang kaya raya dan bisa mendirikan lagi Pajajaran! Bukan Pajajaran saat ini tapi Pajajaran yang baru yang berdiri oleh perjalanan waktu! Pilih! aku tidak akan melarang, sebab untukku, tidak pantas jadi raja yang rakyatnya lapar dan miskin.”

Dengarkan! Yang ingin tetap ikut denganku, cepat memisahkan diri ke selatan! Yang ingin kembali lagi ke kota yang ditinggalkan, cepat memisahkan diri ke utara! Yang ingin berbakti kepada raja yang sedang berkuasa, cepat memisahkan diri ke timur! Yang tidak ingin ikut siapa-siapa, cepat memisahkan diri ke barat!

Dengarkan! Kalian yang di timur harus tahu: Kekuasaan akan turut dengan kalian! dan keturunan kalian nanti yang akan memerintah saudara kalian dan orang lain. Tapi kalian harus ingat, nanti mereka akan memerintah dengan semena-mena. Akan ada pembalasan untuk semua itu. Silahkan pergi!

Kalian yang di sebelah barat! Carilah oleh kalian Ki Santang! Sebab nanti, keturunan kalian yang akan mengingatkan saudara kalian dan orang lain. Ke saudara sedaerah, ke saudara yang datang sependirian dan semua yang baik hatinya. Suatu saat nanti, apabila tengah malam, dari gunung Halimun terdengar suara minta tolong, nah itu adalah tandanya. Semua keturunan kalian dipanggil oleh yang mau menikah di Lebak Cawéné. Jangan sampai berlebihan, sebab nanti telaga akan banjir! Silahkan pergi! Ingat! Jangan menoleh kebelakang!

Kalian yang di sebelah utara! Dengarkan! Kota takkan pernah kalian datangi, yang kalian temui hanya padang yang perlu diolah. Keturunan kalian, kebanyakan akan menjadi rakyat biasa. Adapun yang menjadi penguasa tetap tidak mempunyai kekuasaan. Suatu hari nanti akan kedatangan tamu, banyak tamu dari jauh, tapi tamu yang menyusahkan. Waspadalah!

Semua keturunan kalian akan aku kunjungi, tapi hanya pada waktu tertentu dan saat diperlukan. Aku akan datang lagi, menolong yang perlu, membantu yang susah, tapi hanya mereka yang bagus perangainya. Apabila aku datang takkan terlihat; apabila aku berbicara takkan terdengar. Memang aku akan datang tapi hanya untuk mereka yang baik hatinya, mereka yang mengerti dan satu tujuan, yang mengerti tentang harum sejati juga mempunyai jalan pikiran yang lurus dan bagus tingkah lakunya. Ketika aku datang, tidak berupa dan bersuara tapi memberi ciri dengan wewangian. Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! Tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa diteemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. dan bahkan berlebihan kalau bicara.

Suatu saat nanti akan banyak hal yang ditemui, sebagian-sebagian. Sebab terlanjur dilarang oleh Pemimpin Pengganti! Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa. Dialah Anak Gembala. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. Apa yang dia gembalakan? Bukan kerbau bukan domba, bukan pula harimau ataupun banteng. Tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui. Tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian, selesai jaman yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru, setiap jaman membuat sejarah. setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi.

Dengarkan! yang saat ini memusuhi kita, akan berkuasa hanya untuk sementara waktu. Tanahnya kering padahal di pinggir sungai Cibantaeun dijadikan kandang kerbau kosong. Nah di situlah, sebuah nagara akan pecah, pecah oleh kerbau bule, yang digembalakan oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota. semenjak itu, raja-raja dibelenggu. Kerbau bule memegang kendali, dan keturunan kita hanya jadi orang suruhan. Tapi kendali itu tak terasa sebab semuanya serba dipenuhi dan murah serta banyak pilihan.

Semenjak itu, pekerjaan dikuasai monyet. Suatu saat nanti keturunan kita akan ada yang sadar, tapi sadar seperti terbangun dari mimpi. Dari yang hilang dulu semakin banyak yang terbongkar. Tapi banyak yang tertukar sejarahnya, banyak yang dicuri bahkan dijual! Keturunan kita banyak yang tidak tahu, bahwa jaman sudah berganti! Pada saat itu geger di seluruh negara. Pintu dihancurkan oleh mereka para pemimpin, tapi pemimpin yang salah arah!

Yang memerintah bersembunyi, pusat kota kosong, kerbau bule kabur. Negara pecahan diserbu monyet! Keturunan kita enak tertawa, tapi tertawa yang terpotong, sebab ternyata, pasar habis oleh penyakit, sawah habis oleh penyakit, tempat padi habis oleh penyakit, kebun habis oleh penyakit, perempuan hamil oleh penyakit. Semuanya diserbu oleh penyakit. Keturunan kita takut oleh segala yang berbau penyakit. Semua alat digunakan untuk menyembuhkan penyakit sebab sudah semakin parah. Yang mengerjakannya masih bangsa sendiri. Banyak yang mati kelaparan. Semenjak itu keturunan kita banyak yang berharap bisa bercocok tanam sambil sok tahu membuka lahan. mereka tidak sadar bahwa jaman sudah berganti cerita lagi.

Lalu sayup-sayup dari ujung laut utara terdengar gemuruh, burung menetaskan telur. Riuh seluruh bumi! Sementara di sini? Ramai oleh perang, saling menindas antar sesama. Penyakit bermunculan di sana-sini. Lalu keturunan kita mengamuk. Mengamuk tanpa aturan. Banyak yang mati tanpa dosa, jelas-jelas musuh dijadikan teman, yang jelas-jelas teman dijadikan musuh. Mendadak banyak pemimpin dengan caranya sendiri. Yang bingung semakin bingung. Banyak anak kecil sudah menjadi bapa. Yang mengamuk tambah berkuasa, mengamuk tanpa pandang bulu. Yang Putih dihancurkan, yang Hitam diusir. Kepulauan ini semakin kacau, sebab banyak yang mengamuk, tidak beda dengan tawon, hanya karena dirusak sarangnya. seluruh nusa dihancurkan dan dikejar. Tetapi…ada yang menghentikan, yang menghentikan adalah orang sebrang.

Lalu berdiri lagi penguasa yang berasal dari orang biasa. Tapi memang keturunan penguasa dahulu kala dan ibunya adalah seorang putri Pulau Dewata. Karena jelas keturunan penguasa, penguasa baru susah dianiaya! Semenjak itu berganti lagi jaman. Ganti jaman ganti cerita! Kapan? Tidak lama, setelah bulan muncul di siang hari, disusul oleh lewatnya komet yang terang benderang. Di bekas negara kita, berdiri lagi sebuah negara. Negara di dalam negara dan pemimpinnya bukan keturunan Pajajaran.

Lalu akan ada penguasa, tapi penguasa yang mendirikan benteng yang tidak boleh dibuka, yang mendirikan pintu yang tidak boleh ditutup, membuat pancuran ditengah jalan, memelihara elang dipohon beringin. Memang penguasa buta! Bukan buta pemaksa, tetapi buta tidak melihat, segala penyakit dan penderitaan, penjahat juga pencuri menggerogoti rakyat yang sudah susah. Sekalinya ada yang berani mengingatkan, yang diburu bukanlah penderitaan itu semua tetapi orang yang mengingatkannya. Semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli. memerintah sambil menyembah berhala. Lalu anak-anak muda salah pergaulan, aturan hanya menjadi bahan omongan, karena yang membuatnya bukan orang yang mengerti aturan itu sendiri. Wajar saja bila kolam semuanya mengering, pertanian semuanya puso, bulir padi banyak yang diselewengkan, sebab yang berjanjinya banyak tukang bohong, semua diberangus janji-janji belaka, terlalu banyak orang pintar, tapi pintar kebelinger.

Pada saat itu datang pemuda berjanggut, datangnya memakai baju serba hitam sambil menyanding sarung tua. Membangunkan semua yang salah arah, mengingatkan pada yang lupa, tapi tidak dianggap. Karena pintar kebelinger, maunya menang sendiri. Mereka tidak sadar, langit sudah memerah, asap mengepul dari perapian. Alih-alih dianggap, pemuda berjanggut ditangkap dimasukan kepenjara. Lalu mereka mengacak-ngacak tanah orang lain, beralasan mencari musuh tapi sebenarnya mereka sengaja membuat permusuhan.

Waspadalah! sebab mereka nanti akan melarang untuk menceritakan Pajajaran. Sebab takut ketahuan, bahwa mereka yang jadi gara-gara selama ini. Penguasa yang buta, semakin hari semakin berkuasa melebihi kerbau bule, mereka tidak sadar jaman manusia sudah dikuasai oleh kelakuan hewan.
Kekuasaan penguasa buta tidak berlangsung lama, tapi karena sudah kelewatan menyengsarakan rakyat yang sudah berharap agar ada mukjizat datang untuk mereka. Penguasa itu akan menjadi tumbal, tumbal untuk perbuatannya sendiri, kapan waktunya? Nanti, saat munculnya anak gembala! di situ akan banyak huru-hara, yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. Dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? Memperebutkan tanah. Yang sudah punya ingin lebih, yang berhak meminta bagiannya. Hanya yang sadar pada diam, mereka hanya menonton tapi tetap terbawa-bawa.

Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan kosong, sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. Para penguasa lalu menyusup, yang bertengkar ketakutan, ketakutan kehilangan negara, lalu mereka mencari anak gembala, yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu, yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. Semua mencari tumbal, tapi pemuda gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!

Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati. Dengarkan! jaman akan berganti lagi, tapi nanti, Setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati.

Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, cari oleh kalian pemuda gembala.

Silahkan pergi, ingat jangan menoleh kebelakang!

Kelinci dan Sup Kacang Merah

Di afrika, jaman dahulu kala, hiduplah seekor kelinci liar yang nakal dan amat pemalas. Kelinci ini gemar tidur dan menjahili penghuni alam liar lain. Suatu hari, si Kelinci terbangun dari tidurnya setelah mimpi yang begitu indah. Di dalam mimpi itu, ia menyantap masakan yang lezat sekali, meski tidak jelas apa yang ia makan. Kelinci pun berharap bisa membuat mimpinya menjadi nyata.

Kalian perlu tahu bahwa Kelinci ini bersifat licik dan amat pemalas. Dia tida mau berusaha sendiri, ia lebih suka membiarkan orang lain melakukan pekerjaan untuknya. Itu sebabnya dia malah melompat-lompat berkeliling, mencari seekor hewan yang akan memberinya makanan.

Ia melihat Gajah sedang duduk di perapian. Gajah tengah mengaduk sesuatu di dalam panci besar yang aromanya begitu sedap. “Mmm,” kata Kelinci pada dirinya sendiri,”Aku mencium bau kacang merah!”

Ia melompat-lompat ke sisi Gajah. “Wahai Sobat,” sapanya dengan licik. “Kenapa kamu sendirian disini di pagi yang indah ini?”

Si Gajah berdehem dan menoleh. Ia melihat Kelinci sudah duduk di dekatnya. “Pergilah,” katanya. “Kamu tidak lihat aku sedang sibuk? Aku mendapat tugas memasak hari ini. Hewan-hewan lain sedang bekerja di lading.”

Kelinci mengelus-elus kumisnya yang panjang. “Mmm,” katanya sambil menyilangkan kaki dan memangku dagu di atas kedua cakar depannya. Setelah beberapa saat, Kelinci berkata, “Gajah,” dengan nada penuh rasa kagum,”Aku baru pernah melihat sosokmu dengan jelas. Aku jadi paham kenapa semua hewan membicarakan betapa indahnya dirimu. Rambutmu itu lho, bagus sekali. Kamu keberatan tidak kalau aku mengelusnya?”

Jangan heran, pada masa itu para gajah memang memiliki surai yang tumbuh di leher dan punggung mereka. Gajah yang satu ini begitu bangga dengan surai hitamnya yang tebal dan panjang, karena itu pujian Kelinci membuatnya berseri-seri.

“Ya, aku mengizinkanmu meneglus rambutku,” kata Gajah.”Bagus kan?”. “Betul! Bagus sekali!” sahut Kelinci. Ia berjinjit dengan lembut mengelus rambut Gajah. Gajah pun menghela napas senang.

“Ck,ck,ck. Indahnya..” kata Kelinci. “Eh, boleh tidak Gajah kalau aku kepang rambutmu?”. Gajah menutup kedua matanya. ”Silakan saja,” katanya. Kelinci pun mulai mengepang rambut Gajah. Merasa nyaman, Gajah perlahan-lahan menurunkan tubuhnya ke atas tanah. Tak lama kemudian, ia sudah tertidur nyenyak.

Ketika Kelinci melihat ini, ia terkekeh. Rencananya berjalan mulus. Ia mengambil kepangan panjang rambut Gajah dan mengikatnya dengan kencang ke sekeliling batang pohon yang ada di dekat situ. “Nah, sudah,” katanya lega. “Dia sudah terikat kuat ke pohon.”

Setelah itu, Kelinci berdiri membelakang Gajah dan menghadap ke arah panci yang masih hangat. Ia mulai menyantap sup kacang merah langsung dari panci. Ketika panci itu sudah licin tandas, ia melompat-lompat lagi dan bersembunyi di balik bebatuan tak jauh darisitu.

Ketika hewan-hewan lain kembali dari lading, mereka mendapat Gajah sedang tertidur lelap. “Apa-apaan, nih!” seru mereka, membuat Gajah terbangun seketika. Tetapi ketika ia mencoba berdiri, ia jatuh lagi ke tanah, karena ia terikat kencang ke batang pohon.

Tawa para hewan meledak, dan Gajah tersipu-sipu malu. Mereka terus tertawa dan tertawa sampai salah satu dari mereka mengangkat tutup panci dan menyadari bahwa seluruh kacang merah di dalamnya sudah ludes. Kalau yang ini, kata mereka, sama sekali tidak lucu. Gajah member tahu mereka, dengan penyesalan dan rasa malu yang besar, apa yang persisnya terjadi.

Setelah mengetahui kejadian sebenarnya, amarah para hewan pun bangkit. Mereka pun sepakat bahwa mereka harus membalas tipu daya Kelinci. Maka, keesokan paginya mereka semua berangkat, sesuai rencana, untuk bekerja di lading. Seperti sudah diduga, tanpa butuh waktu lama, Kelinci dating sambil melompat-lompat. Wajahnya dihiasi senyum lebar. Ia melihat panci besar di atas api seperti kemarin, tetapi kali ini, tak seekor hewan pun tampak disitu.

“Mmm,” gumam Kelinci, sambil berjalan mendekati panci dan duduk di batu besar dekat situ. Setelah menoleh ke sekeliling untuk memastikan tak ada seekor hewan pun di sana, ia mengangkat tutup panci dan mulai makan. Mendadak, Kelinci mendengar suara dari tanah yang mengatakan, “Nah ya, ketahuan!”.

Kelinci melihat sekeliling. Tidak ada siapa-siapa. Ia kembali melanjutkan makan. “Para pemilik sup kacang merah ini akan segera dating,” suara misterius itu terdengar lagi. “Kamu akan menjadi santapan lezat bagi mereka semua.”

Mendengar itu, Kelinci mulai gemetar ketakutan, karena ia yakin tidak mengkhayalkan suara itu. Suara itu benar-benar ada. Ia terus melihat sekeliling, tetapi tetap tidak melihat seekor hewan pun. “Tolong, jangan sakiti aku,” ia memohon. “Kenapa tidak?” tanya suara itu. “Kamu sudah mencuri semua makanan kami!”

“Si.. siapa kamu?” tanya Kelinci, suaranya bergetar karena takut. Sebelum suara itu menyahut, Kelinci merasakan tanah bergejolak. Ia berputar tepat pada waktunya untuk melihat seluruh hewan di alam liar berderap menuju tempatnya duduk. Sebelum ia sempat kabur, seluruh hewan itu sudah mengepungnya.

“Aha, lihat kami berhasil menangkapmu,” ujar suara itu, dan saat itulah Kelinci melihat bahwa batu besar yang dia duduki ternyata sama sekali bukan batu, melainkan Kura-kura, yang kini mengeluarkan kepalanya dari dalam cangkang.

“Habislah kau!” kata si Kura-kura. Kelinci menjerit. Lantas, setelah berpikir cepat, ia menjatuhkan diri ke tanah dan pura-pura pingsan. “Hore, kita berhasil membuat Kelinci jera,” seru hewan-hewan tersebut. Lantas, mereka mulai menyantap sup kacang merah di dalam panci. Gajah adalah hewan yang paling senang di antara mereka semua, sampai-sampai ia menyantap sup lebih banyak dari porsinya.

Selama hewan-hewan makan, Kelinci terus berbaring kaku. Ketika mereka sudah pergi kembali ke lading dan suasana sunyi-senyap, Kelinci bangkit kembali, dan berjalan tanpa suara kea rah semak-semak.

Ketika ia sudah cukup jauh, ia berbalik dan berteriak, “Kalian tak akan pernah bisa menangkap Kelinci!” Lalu ia terkekeh nyaring dan panjang. Untuk waktu lama, hewan-hewan kerap mendengar bunyi tawa dari kejauhan, tetapi mereka tidak ambil pusing. Yang penting, sejak hari itu, sup kacang merah mereka selalu aman. Kelinci harus mencari korban lain untuk dikelabui.