Ciri Ulama

Kata-kata ulama disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak dua kali, dalam surah asy-Syu’ara’ 197 dan surah Fathir 28. Intisarinya, ulama adalah orang yang memiliki ilmu yang mumpuni sehingga membawa dirinya memiliki sifat khasyyah (takut) hanya kepada Allah.

Ulama dalam konteks Al-Qur’an sering digunakan istilah ulil albab yang disebutkan 16 kali. Mereka disanjung sebagai orang yang memiliki sifat khasyyah, martabat mulia, banyak zikir, takwa, mencapai derajat iman dan keyakinan yang tinggi, komitmen dengan syariat Islam dan ajaran-ajarannya.

“Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, “Kami beriman kepada ayat-ayat mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami. Dan tidak dapat mengambil pelajaran daripada melainkan ulil albab’.”[QS Ali Imran (3): 7].

Kriteria umum ulil albab yakni khasyyah (rasa takut) ini terdapat dalam QS al-Maidah (5): 100, ath-Thalaq (66): 10, al-Baqarah (2): 179 dan 197. Sedangkan kriteria rinci yang harus dimiliki ulama, banyak bertebaran dalam Al-Qur’an. Pertama, orang yang selalu berdzikir kepada Allah, baik dalam keadaan berdiri, duduk, ataupun berbaring. Ulama akan menjauhi perbuatan laghwun atau lahwun. Kedua, selalu bertafakur tentang penciptaan langit dan bumi. [QS Ali Imran (3): 191].

Ketiga, menjauhi penyembahan kepada thagut yaitu sesembahan selain Allah. Kalau ada orang yang masih percaya atau memberikan pengabdian kepada jin, jimat, atau totem lainnya bukanlah termasuk Muslim apalagi ulama. Keempat, mengembalikan semua urusan kepada Allah dan hanya Allah sajalah yang disembahnya. [QS az-Zumar: 17].

Kelima, selalu mengikuti hal-hal yang terbaik dari semua pendapat yang didengarnya kemudian direalisasikan dalam bentuk perbuatan dan sikap atau ucapannya. [QS az-Zumar: 18]. Ulama tidak congkak dengan pendapatnya. Memiliki sifat toleran terhadap pendapat orang lain.

Keenam, senantiasa memenuhi janji Allah untuk mengakui rububiyah dan memenuhi apa yang diajarkan Allah dalam kitab suci-Nya. Ketujuh, tidak merusak perjanjian umum yang telah dikukuhkan antara mereka dan Allah atau dengan manusia [QS ar-Ra’d (13): 20].

Kedelapan, mereka selalu menghubungkan apa-apa yang diperintahkan Allah untuk dihubungkan seperti silaturahim, loyal terhadap sesama mukmin, iman terhadap semua nabi, dan menjaga semua hak manusia. Kesembilan, memiliki sifat khasyyatul ammah kepada Allah dan keagungan-Nya. Kesepuluh, takut kepada keburukan hari hisab. [QS ar-Ra’d (13): 21].

Kesebelas, memiliki kesabaran dalam menghadapi semua beban, kesulitan dan musibah di dunia serta senantiasa menentang kehendak hawa nafsu. Kedua belas, mendirikan shalat dan memeliharanya agar jangan sampai terlewat waktunya atau kurang syarat rukunnya. [QS ar-Ra’d (13): 22].

Ketiga belas, menginfakkan sebagian hartanya, baik dalam keadaan rahasia atau terang-terangan untuk kepentingan jihad fi sabilillah atau bentuk sedekah lainnya. Keempat belas, menolak kejahatan dengan kebaikan. [QS ar-Ra’d (13); 22]. Itulah beberapa sifat dan kriteria yang mesti dimiliki para ulama atau ulil albab. Wallahu a’lam.

 

Sumber : Harian Republika Selasa, 9 Oktober 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s