Mengenal Prinsip Kerja dari Sound System

Sound sistem yang sering kita lihat dimana-mana, atau yang sering dikenal dengan sebutan Public Address System(PA System) seperti apa sih prinsip kerjanya? Yuk kita tengok di tulisan dibawah ini.

Nah teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai sound system sederhana, prinsip kerjanya seperti apa. Bila teman-teman memahami prinsip kerjanya, nanti untuk sistem yang lebih besar lagi, teman-teman sudah ada gambarannya. Juga dengan mengerti ini nanti akan lebih mudah untuk teman-teman mengerti prinsip recording, karena berkembangnya dari sini.

Kita sering mendengar sistem pengeras suara, atau sound system atau kadang kita juga mendengar kata-kata PA System. PA System adalah singkatan dari Public Address System. Pada awalnya sound system ini digunakan bagi seseorang yang hendak berbicara di depan banyak orang sehingga suaranya bisa terdengar oleh banyak orang, namun PA System ini tidak hanya untuk pidato saja, namun sudah sangat kompleks. Akan tetapi yang akan saya bahas kali ini adalah PA System yang sederhana dulu saja ya, sehingga teman-teman terlebih dahulu mendapatkan gambarannya.

Nah kita andaikan saja teman ingin berpidato di hadapan 500 orang, untuk ini teman-teman membutuhkan sistem pengeras suara agar suara teman-teman bisa terdengar oleh 500 orang tersebut. Nah apa saja yang teman-teman butuhkan? Antara lain :

  1. Microphone
  2. Amplifier
  3. Speaker
  4. Juga tentunya adalah kabel-kabel untuk menghubungkan dari microphone ke amplifier dan dari amplifier ke speaker

Oke, sistem ini bisa disebut sebagai sound system sederhana, mari kita tengok satu satu per satu.

Microphone

Microphone di dalam sound system atau sistem pengeras suara berfungsi untuk merubah dari suatu bentuk energi, dalam hal ini adalah bentuk energi akustik, menjadi bentuk energi listrik. Energi listrik ini besarnya 0,1 Volt, atau sering kita menyebutnya dengan nama microphone level. Nah alat yang merubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lainnya disebut dengan transducer. Jadi dalam hal ini microphone dapat dikatakan adalah sebuah transducer karena merubah dari energi akustik menjadi energi listrik. Mari kita lihat penampakannya dibawah ini..

shure microphone

gambar : Shure

Nah microphone ini yang nantinya berfungsi menangkap frekuensi yang dihasilkan oleh sumber suaranya, karena kita lagi membahas orang yang hendak memberi pengumuman, jadi dalam hal ini sumber suaranya adalah suara orang. Kalau teman-teman ingin sumber suaranya adalah suara drum, atau gitar, atau bass, nanti tinggal diganti aja, pilih microphone yang bisa menangkap frekuensi yang dikeluarkan oleh si sumber suara dengan baik. Nanti di tulisan yang lain saya akan membahas lebih detail mengenai macam-macam microphone, ada yang dynamic microphone, condenser, juga ribbon microphone. Nah apa sih itu? Nanti di tulisan berikutnya saya akan lebih detail membahas, sekarang kita akan fokus dahulu di prinsip sederhana dari sebuah sound system. Nah kemudian dari microphone ini kita sambungkan dengan amplifier untuk memperkuat sinyalnya sehingga nanti dapat dikeluarkan melalui speaker.

Amplifier dalam Sound System

Dari microphone sinyal yang besarnya 0,1 Volt ini kemudian dikirimkan ke sebuah amplifier atau penguat, nah teman-teman bisa melihatnya sebagai ampli biasa yang sering ada, saya akan jabarkan sedikit ya, ada apa saja sih di dalam sebuah amplifier itu. Prinsip ini berlaku untuk semua amplifier yang ada di dunia ini, bahwa sebuah amplifier pasti terbagi menjadi dua bagian, yaitu :

  1. Preamp, nah sinyal dari microphone pertama akan diterima oleh yang namanya preamp, dan disini nanti sinyal akan dibentuk dan diperkuat, kadang pada sebuah preamp terdapat juga equalizer untuk membentuk sinyal, namun kadang juga hanya pengeras saja, yang berfungsi memperkuat sinyal 0,1 Volt itu menjadi sinyal 1 Volt, atau yang dinamakan juga dengan line level. Biasanya line level ini ditandai dengan huruf -10 dan mic level biasanya ditandai dengan +4, jadi kalau kita melihat tanda +4 berarti dia bekerja pada mic level, yaitu pada 0,1 Volt kira-kira.

kita lihat yuk penampakannya di bawah ini..

penampakan bagian belakangnya seperti ini..

      1. Power Amp, kemudian sinyal dari preamp tersebut diteruskan ke sebuah power amp, dimana sinyal disini diperkuat dari yang hanya 1 Volt menjadi minimal 10 Volt, karena speaker level beroperasinya di minimal 10 Volt. Jadi angka 10 Volt atau lebih ini biasanya dinamakan juga dengan nama speaker level. Untuk apa sih kita mengerti mengenai mic level, line level, atau speaker level? Agar kita bisa mengoperasikan alat kita dengan baik dan benar, karena bila sinyal dari power amp yang notabenenya adalah berada pada speaker level kemudian sinyal tersebut kita masukkan ke sebuah signal processor katakanlah Compressor, maka bisa rusak compressornya, kenapa? Karena compressor bekerjanya di line level atau di 1 Volt, bayangkan dia bekerjanya di 1 Volt dan dia diberi tegangan 10 Volt! Nah untuk hal inilah penting untuk kita ketahui hal-hal yang seperti ini. Jadi kalau kita ingin menggunakan compressor, pastikan kita meletakkannya sebelum power amp! Biasanya dalam sebuah power amp hanya terdapat sebuah knob yang fungsinya seperti volume, dia hanya untuk mengatur seberapa banyak yang akan akan dikeluarkan nantinya ke speaker, yuk kita lihat penampakannya dibawah ini..
crown power amp

gambar : Crown Audio

Nah kalau kita lihat pada gambar diatas, hanya terdapat dua buah knob yang berfungsi seperti volume kontrol, dimana ini berarti power amp ini bisa digunakan untuk dua buah speaker.

Nah kalau misalnya teman melihat, contohnya ya pada ampli gitar, kan ada tuh yang head cabinet, kita lihat dulu gambarnya dibawah ini..

mesa amp

gambar : Mesa/Boogie

dan bagian atasnya kan disebut head, nah itu terbagi atas preamp dan power amp, itu berlaku untuk semua head, apakah itu untuk gitar, atau untuk bass, sementara bagian bawahnya adalah hanya speaker, biasanya ukurannya speaker yang digunakan untuk gitar adalah 12 inch speaker.

Jadi prinsipnya sebenarnya sama saja, bagaimana dengan kalau kita menggunakan mixer? Berarti kalau kita menggunakan mixer, dan bukan power mixer, berarti mixer tersebut adalah preampnya, namun dalam sebuah mixer tidak hanya terdapat preamp saja, namun juga ada EQ disitu. Dari mixer kita akan membutuhkan sebuah power amp, untuk bisa kita mengeluarkan suaranya ke speaker, jadi kira-kira jalur sinyalnya adalah sebagai berikut :

sumber suara —> microphone —> preamp —> power amp —> speaker

Nah jadi jalur sinyalnya dari sebuah sound system sederhana akan selalu seperti itu, dari speaker baru nanti akan sampai ke telinga kita sebagai apa yang kita dengar. Prinsip ini nanti apabila teman-teman memahami dengan benar, akan lebih memudahkan teman-teman, untuk mendalami bidang recording atau bidang live sound yang tentunya akan lebih rumit lagi jalur sinyalnya. Namun sebagai gambaran saja, untuk sistem recording maka jalur sinyalnya akan menjadi seperti ini :

sumber suara —> microphone —> preamp —> converter —> komputer —> converter —> speaker monitor

Nah lebih detailnya lagi mengenai hal ini akan saya jelaskan di tulisan saya berikutnya yang membahas khusus mengenai recording, jadi nantikan terus artikel-artikel dari saya. Sampai ketemu di tulisan saya selanjutnya..

One thought on “Mengenal Prinsip Kerja dari Sound System

  1. way

    Om iman..ay boleh nanya tentang ampli gitar dan tand2 kerusakan nya..sy mengalami kesulitan,.ampli sy (bugera 6262) pd saat di nyalain, keluar noise..kl vol at gain di angkat, makin gede..bgt jg sm eq nya..itu kemungkinn rusak apanya ya..trim’s buat infonya..makasih..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s