Festival Hogmanay: Sambut Tahun Baru di Tempat Kelahiran “Auld Lang Syne”

Bagi warga Skotlandia, hanya ada satu cara untuk melewatkan malam pergantian tahun: Hogmanay! Dalam festival berusia ratusan tahun yang penuh keriaan ini, tradisi menyanyikan lagu Auld Lang Syne sambil bergandengan tangan diperkenalkan pada dunia.

Istilah hogmanay terasa asing di telinga kita. Ditilik dari maknanya, kata ini berarti malam pergantian tahun. Namun, dari mana kata tersebut berasal, masih belum diketahui secara pasti.

Menurut sebagai pakar etimologi linguistik, kata tersebut berasal dari istilah Haleg monath, yakni bahasa Anglo-Saxon yang berarti “bulan suci”. Ada pula yang meyakini hogmanay merupakan turunan kata oge maidne, yakni bahasa Gaelic yang bermaksa “pagi yang baru”. Istilah hogmanay sendiri pertama kali tercatat di dalam arsip Elgin, Skotlandia, pada 1604.

Selain asal-usul kata, para sejarawan juga belum dapat menyimpulkan sejarah dari festival ini. Mereka hanya bisa memprediksi bahwa hogmanay memiliki keterikatan yang kuat dengan perayaan awal musim dingin bangsa Norwegia, festival kuno Samhain, serta festival pagan Yule yang dijalankan oleh bangsa Viking.

Kini, hogmanay versi modern diselenggarakan secara serentak di seluruh Skotlandia, dengan perayaan paling heboh dan terkenal di ibu kota Edinburgh.

Tidak seperti perayaan tahun baru pada umumnya, hogmanay sudah dimulai sejak beberapa hari sebelu malam pergantian tahun, tepatnya pada 29 Desember. Festival ini dibuka dengan prosesi obor, yang dimulai saat jarum jam menunjukkan pukul 18.30 waktu setempat.

Dlama prosesi ini, belasa ribu pembawa obor berjalan berarakan melintasi pusat kota Edinburgh, dimulai dari Parliament Square di kawasan bersejarah Royal Mile, hingga berakhir di Son et Lumiere di Bukit Calton.

Di ujung perjalanan, telah menanti sebuah replika kapal Viking disertai patung-patung kayu. Para pembawa obor lantas menyulut patung-patung tersebut dengan api dari obor mereka. Hal ini dimaksudkan sebagai simbol kemenangan bangsa Skotlandia atas pendudukan bangsa Viking di masa lampau.

Prosesi yang berlangsung selama sekitar 1 jam 15 menit ini dapat disaksikan tanpa dipungut biaya. Konon kabarnya, menurut kesaksian sejumlah turis yang hadir, prosesi obor ini sangatlah indah, terutama saat melihat puluhan ribu pembawa obor yang melarut dalam lautan cahaya api yang temaram.

Tertarik untuk ambil bagian sebagai salah satu pembawa obor? Boleh-boleh saja lho. Caranya, Anda harus memesan voucher sejak jauh-jauh hari. Voucher tersebut nantinya akan ditukarkan dengan obor pada hari H. Harga voucher tersebut tidak terlalu mahal, yakni 6 poundsterling (sekitar Rp 92.000,-) jika pembelian dilakukan sebelum hari H, dan naik sedikit menjadi 7 poundsterling (sekitar Rp 108.000,-) jika dipesan pada hari H.

Salah satu tradisi unik dalam hogmanay adalah first footing atau langkah pertama. Tradisi ini pada hakikatnya adalah kegiatan mengunjungi rumah kerabat tepat setelah pergantian tahun, sambil membawa buah tangan seperti garam, batu bara, shortbread, whisky dan pai hitam. Tradisi ini dipercaya membawa keberuntungan bagi pemilik rumah sepanjang tahun baru.

Tradisi lain yang juga menjadi keunikan Festival Hogmanay adalah atraksi bola api. Ketika lonceng di Old Town House berdentang menandakan datangnya tahun baru, para peserta atraksi tampil dengan mengayunkan bola-bola api di atas kepala mereka sambil berjalan di sepanjang High Street, Aberdeenshire.

Bola api tersebut sebenarnya adalah kawat pagar ayam yang dibuat menjadi bola dan diisi kertas koran, ranting pohon, jerami, serta materi kering lain yang mudah terbakar. Pada malam pergantian tahun 2008, 12.000 orang tercatat menyaksikan atraksi favorit ini, yang dimeriahkan pula oleh pertunjukan alat musik tiup khas Skotlandia, perkusi jalanan, dan kembang api.

Tentu saja, malam pergantian tahun tetap menjadi puncak dari Festival Hogmanay. Berpusat di Princess Street Gardens yang merupakan taman publik di pusat kota Edinburgh, puluhan ribu pengunjung, baik warga lokal maupun turis, siap bernyanyi, berdansa, dan berpesta hingga tahun baru tiba. Inilah street party alias pesta jalanan!

Untuk ikut serta dalam street party, pengunjung perlu membeli tiket. Gerbang keluar masuk hanya ada satu, dan diawasi ketat oleh banyak petugas keamanan yang dikerahkan untuk mengawal acara. Pada pukul 23.00 waktu setempat, gerbang akan ditutup sehingga pengunjung yang ingin ikut merasakan kemeriahan pesta jalanan Hogmanay wajib datang sebelum batas waktu tersebut.

Apa saja yang bisa ditemui di pesta jalanan? Selain penjaja makanan cepat saji, para pencinta musik bisa puas menikmati enam panggung yang menghadirkan artis dari genre yang berbeda-beda.

Pertunjukan musik yang paling terkenal adalah Concert In The Gardens yang diselenggarakan di bawah Kastil Edinburgh. Barisan artis yang pernah menghidupkan panggung ini termasuk Kasabian, Groove Amanda, Blondie, UB40, dan Moby. Tentu saja, harga tiketnya berbeda (dan cukup mahal), yakni mulai 43 poundsterling (sekitar Rp 660.000,-). Jika anda sudah mengantongi tiket Concert In The Gardens atau Keilidh, anda tidak perlu lagi membayar tiket masuk Street Party.

Apa itu Keilidh? Keilidh adalah acara sosial yang berakar dari kebudayaan Gaetic kuno. Acara ini umumnya dijalankan di Irlandia dan Skotlandia, dimana musik tradisional Gaelic akan dikumandangkan dan tarian tradisional dilakukan dalam balutan kilt(pakaian khas pria Skotlandia yang menyerupai rok wanita dengan motif kotak-kotak hitam merah. Bahkan, para pengunjung bisa ikut menari dan mempelajari tarian tradisional ini (tentunya dengan membayar tiket).

Acara bertambah meriah menjelang momen pergantian tahun. Di tengah “hujan” kembang api yang menghidupkan langit malam, para pengunjung membentuk lingkaran dengan saling menggamit lengan orang di samping, dan menyanyikan Auld Lang Syne.

Ya, lagu yang kini sangat populer dilantunkan dalam berbagai perayaan pergantian tahun tersebut memang lahir di Skotlandia. Tepatnya, lagu tersebut berasal dari puisi tradisional dalam naskah kuno yang ditulis ulang pada 1788 oleh Robert Burns, penyair legendaris asal Skotlandia. Kemudian, syair tersebut digubah menjadi sebuah nyanyian syahdu.

Tepat saat hitungan mundur menjelang tahun baru berakhir, pertanda tahun baru telah tiba, pekik kebahagiaan bergaung di setiap sudut kota, dan semua pengunjung saling berpelukan dan berciuman, meski tak saling mengenal. Selamat Tahun Baru!

Kemeriahan Hogmanay tidak berahkhir setelah tahun baru tiba. Pada 1 Januari, masih ada sejumlah agenda acara yang tak kalah menarik dan diminati pengunjung. Misalnya, ada Dogmanay. Sesuai namanya, acara tersebut merupakan plesetan dari Hogmanay, namun khusus ditujukan untuk para anjing. Hewan menggemaskan berkaki empat ini akan beradu kecepatan meluncur di sepanjang Holyrood Park. Acara unik lain adalah Loony Dook, dimana para peserta diwajibkan menggunakan pakaian pesta lengkap, lantas harus berlari menembus dinginnnya air di sungai Forth! Untuk pengunjung yang ingin menghilangkan hangover (sakit kepala akibat mabuk) dan ingin gerak tubuh, silakan mengikuti One O’clock Run, triathlon dan jogging sepanjang 1,6 km di sepanjang Royal Mile.

One thought on “Festival Hogmanay: Sambut Tahun Baru di Tempat Kelahiran “Auld Lang Syne”

  1. Pingback: Festival Akhir Tahun di Berbagai Negara | Astaga.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s